kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Ruhut: PKS muka badak, muka tembok


Kamis, 13 Juni 2013 / 20:14 WIB
Ruhut: PKS muka badak, muka tembok
ILUSTRASI. Penawaran produk Bank Jago. KONTAN/Cheppy A.Muchlis


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan menolak kenaikan harga BBM. Namun, Menteri asal PKS tetap diminta mendukung kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan PKS tersebut mendapatkan tentangan dari Politisi Demokrat Ruhut Sitompul. "Nggak bisa itu, kan mereka bukan menteri profesional, itu kan bukan dari kalangan akademisi, tapi dari partai," kata Ruhut ketika dihubungi, Kamis (13/6).

Menurut Ruhut keputusan PKS tersebut hanyalah pencitraan saja. Namun, hal itu tidak efektif karena rakyat sudah cerdas menyikapi keputusan PKS. "PKS itu muka badak, muka tembok," kata Ruhut.

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan sejak awal ia telah mendorong koalisi agar mengeluarkan PKS dari Setgab.

"Tapi ini yang saya salut dengan Pak SBY, pemerintahan ini kan suara rakyat suara tuhan, biarlah rakyat yang menilai," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×