kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ruhut: PKS muka badak, muka tembok


Kamis, 13 Juni 2013 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Penawaran produk Bank Jago. KONTAN/Cheppy A.Muchlis


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan menolak kenaikan harga BBM. Namun, Menteri asal PKS tetap diminta mendukung kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan PKS tersebut mendapatkan tentangan dari Politisi Demokrat Ruhut Sitompul. "Nggak bisa itu, kan mereka bukan menteri profesional, itu kan bukan dari kalangan akademisi, tapi dari partai," kata Ruhut ketika dihubungi, Kamis (13/6).

Menurut Ruhut keputusan PKS tersebut hanyalah pencitraan saja. Namun, hal itu tidak efektif karena rakyat sudah cerdas menyikapi keputusan PKS. "PKS itu muka badak, muka tembok," kata Ruhut.

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan sejak awal ia telah mendorong koalisi agar mengeluarkan PKS dari Setgab.

"Tapi ini yang saya salut dengan Pak SBY, pemerintahan ini kan suara rakyat suara tuhan, biarlah rakyat yang menilai," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×