kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.894   -6,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Robert Pertanyakan Motif Pengambilalihan Century


Senin, 07 Desember 2009 / 10:19 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Robert Tantular, Komisaris Bank Century, rupanya geram dengan tindakan Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tiba-tiba mengambil alih Bank Century. Ia mengaku berkomitmen ikut menambah modal atau rekapitalisasi Bank Century, tapi BI keburu memecat direksi bank itu.

Robert mengaku, BI menawari pemegang saham ikut rekapitalisasi minimum 20% dari dana yang diperlukan. "Saya menandatangani (surat) ikut rekapitalisasi 21 November 2008," ujarnya. Namun, secara tiba-tiba, pengurus baru LPS langsung memecat komisaris. "Direksi dan komisaris tidak boleh kembali ke kantor sampai sekarang, bahkan sekadar mengambil barang pribadi," katanya, Jumat (4/12).

Robert menilai aneh keputusan pengambilalihan Bank Century oleh LPS yang mendadak itu. Sebab, Sabtu 21 November 2008, ia berangkat ke Singapura untuk menemui investor. Ternyata, siang itu, muncul pengumuman bahwa direksi dan komisaris Bank Century sudah dicekal. "Karena ada perjanjian pertemuan lagi dengan LPS pada hari Senin, hari minggu dengan iktikad baik saya kembali ke Jakarta. Selasa (25/11), saya ditangkap sampai sekarang," ujar Robert.

Robert mengaku, sebelum rapat KSSK, Grup Sinar Mas sempat berminat membeli Bank Century. Tetapi pengambilalihan tetap jalan. "Saya merasa di sini dijadikan kambing hitam," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×