kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rhoma Irama: Iwan Fals calon presiden alternatif


Selasa, 08 Januari 2013 / 13:19 WIB
ILUSTRASI. Promo Gokana Thursday is Teppan Day bisa didapatkan melalui pembelian Dine In, Take Away, Delivery


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Raja Dangdut Rhoma Irama menyambut baik wacana pencalonan Iwan Fals sebagai Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia menyatakan, semakin banyak figur alternatif sebagai calon presiden maka akan semakin baik bagi rakyat.

Rhoma menilai pencalonan Iwan Fals merupakan hal yang baik. "Bagus, karena semakin banyak figur alternatif maka semakin banyak pilihan," kata Rhoma di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (8/1).

Rhoma mengaku, Iwan Fals memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai pemimpin. Sebab, dia beralasan, nama penyanyi tersebut dimunculkan sebagai calon presiden jika tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas. "Semua yang ditetapkan pasti punya kompetensi," tegasnya.

Rhoma yakin wacana pencalonan Iwan Fals tidak akan menggerus peluangnya menjadi calon presiden. Namun, dia tidak akan mendekati partai politik untuk mencalonkan dirinya sebagai calon presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang. "Saya tidak punya ambisi menjadi presiden tapi kalau ada parpol yang mengajak secara serius bagi saya itu panggilan," katanya.

Selain PKB, Rhoma mengaku juga didekati sejumlah partai Islam. Namun pendekatan masih bersifat wacana. Dia memperkirakan partai-partai baru akan serius mengusung dirinya setelah pemilu legislatif dilaksanakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×