kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Restrukturisasi Utang Whoosh Diputuskan, Pemerintah Segera Umumkan Skemanya


Jumat, 13 Maret 2026 / 15:44 WIB
Restrukturisasi Utang Whoosh Diputuskan, Pemerintah Segera Umumkan Skemanya
ILUSTRASI. Kereta cepat Whoosh (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh telah rampung. 

Pemerintah disebut telah menentukan langkah penyelesaian utang proyek tersebut ke depan.

Namun demikian, Purbaya menegaskan keputusan tersebut belum dapat ia sampaikan ke publik karena akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

Baca Juga: Gejolak Geopolitik Dorong Harga Komoditas, Potensi Tambahan PNBP Menguat

Menurut dia, pengumuman mengenai skema penyelesaian utang KCIC akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto atau pejabat pemerintah yang berwenang.

"Itu rapatnya sudah putus, tetapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi yang akan mengumumkan, bukan saya. Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Hanya saja, Purbaya tidak merinci seperti apa bentuk keputusan yang telah diambil pemerintah terkait restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah memang perlu mengalokasikan pembayaran sekitar Rp 1,2 triliun per tahun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. 

Menurut Presiden, nilai tersebut dinilai sebanding dengan berbagai manfaat yang dirasakan masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup pengurangan kemacetan dan polusi di koridor Jakarta–Bandung, serta adanya transfer teknologi perkeretaapian berteknologi tinggi dari China yang diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan transportasi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×