kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Restrukturisasi Utang Whoosh Diputuskan, Pemerintah Segera Umumkan Skemanya


Jumat, 13 Maret 2026 / 15:44 WIB
Restrukturisasi Utang Whoosh Diputuskan, Pemerintah Segera Umumkan Skemanya
ILUSTRASI. Kereta cepat Whoosh (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh telah rampung. 

Pemerintah disebut telah menentukan langkah penyelesaian utang proyek tersebut ke depan.

Namun demikian, Purbaya menegaskan keputusan tersebut belum dapat ia sampaikan ke publik karena akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

Baca Juga: Gejolak Geopolitik Dorong Harga Komoditas, Potensi Tambahan PNBP Menguat

Menurut dia, pengumuman mengenai skema penyelesaian utang KCIC akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto atau pejabat pemerintah yang berwenang.

"Itu rapatnya sudah putus, tetapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi yang akan mengumumkan, bukan saya. Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Hanya saja, Purbaya tidak merinci seperti apa bentuk keputusan yang telah diambil pemerintah terkait restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah memang perlu mengalokasikan pembayaran sekitar Rp 1,2 triliun per tahun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. 

Menurut Presiden, nilai tersebut dinilai sebanding dengan berbagai manfaat yang dirasakan masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup pengurangan kemacetan dan polusi di koridor Jakarta–Bandung, serta adanya transfer teknologi perkeretaapian berteknologi tinggi dari China yang diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan transportasi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×