kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Reshuflle, Jokowi tak mau ada polemik para menteri


Rabu, 27 Juli 2016 / 12:37 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Presiden Joko Widodo memutuskan melakukan reshuffle Kabinet Kerja . Dia menendang beberapa menteri demi mendukung kerja kabinet yang lebih cepat, tanpa polemik sesama menteri.

Menteri itu salah satunya, Yuddy Chrisnandi. Dia ditendang dari posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menteri kedua yang ditendang adalah, Anies Baswedan yang dicopot dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketiga, Salih Husin yang dicopot dari posisi Menteri Perindustrian. Keempat, Rizal Ramli yang dihentikan dari posisi Menteri Koordinator Kemaritiman. Kelima, Marwan Djafar yang ditendang dari posisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kelima, Sudirman Said, yang dicopot dari posisi Menteri Energi Sumber Daya Mineral. Keenam, Ferry Mursyidan Baldan yang ditendang dari kursi Menteri Agraria dan Tata Ruang. Jokowi mengatakan, langkah yang tersebut dia lakukan karena ia ingin kinerja kabinetnya solid, cepat, efektif, dan saling mendukung.

"Saya harap juga tim ini bisa menghasilkan kerja nyata dalam waktu secepatnya," kata Jokowi Rabu (27/7).

Jokiwi berharap, pergantian menteri yang dilakukannya tersebut nantinya bisa memberikan manfaat bagi perbaikan kondisi bangsa, khususnya ekonomi. "Bisa membuat kebijakan yang buka lapangan kerja seluas- luasnya untuk rakyat, tingkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×