kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Redenominasi, DPR Minta BI Siapkan Uang Sen


Rabu, 11 Agustus 2010 / 14:25 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wacana Bank Indonesia (BI) melakukan penyederhanaan satu mata uang rupiah (redenominasi) mendapat dukungan dari Ketua DPR Marzuki Alie. Namun, dia meminta bank sentral menyiapkan pecahan uang sen.

Sebab, dia melihat banyak harga barang-barang yang kurang dari Rp 1.000. Contohnya, permen, korek api, kue, hingga jajanan pasar. Bila tidak ada uang sen, Marzuki mengatakan, masyarakat terpaksa harus membeli barang itu minimal seharga Rp 1. "Akibatnya, inflasi bisa membubung tinggi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi," kata Marzuki, Rabu (11/8).

Selain itu, tanpa uang sen, dia mengatakan, kebijakan redenominasi bisa gagal akibat inflasi. Akibatnya, BI harus mencetak uang dengan nominasi yang lebih besar lagi. "Kasus seperti ini sudah terjadi di banyak negara. Bank Indonesia harus mengantisipasinya," kata Marzuki.

BI berencana menyederhanakan satuan nilai rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1. Rencananya, wacana ini akan diterapkan pada 2020 mendatang.

Marzuki mengingatkan, BI harus melibatkan pemerintah dalam menerapkan redenominasi ini. "Untuk masalah Bank Century saja, Bank Indonesia harus melibatkan pemerintah, apalagi bila menyangkut uang yang digunakan seluruh rakyat Indonesia," kata Marzuki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×