kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.012   -45,00   -0,25%
  • IDX 5.231   233,90   4,68%
  • KOMPAS100 672   41,42   6,56%
  • LQ45 524   35,83   7,33%
  • ISSI 179   6,32   3,66%
  • IDX30 294   21,18   7,75%
  • IDXHIDIV20 387   29,42   8,24%
  • IDX80 77   4,94   6,82%
  • IDXV30 107   6,59   6,54%
  • IDXQ30 97   7,61   8,48%

Realisasi Capaian Investasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Tembus Rp 3.923,2 Triliun


Selasa, 20 Oktober 2026 / 14:00 WIB
Realisasi Capaian Investasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Tembus Rp 3.923,2 Triliun
ILUSTRASI. CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp 3.923,2 triliun, terhitung sejak Oktober 2024 hingga September 2026.

Capaian tersebut setara dengan 30,1% dari kebutuhan investasi nasional periode 2025–2029 sebesar Rp 13.032,8 triliun.

“Penyerapan tenaga kerjanya 5.485.944 orang. Kontribusi Jawa 48,2% atau Rp1.892,2 triliun, dan luar Jawa 51,8% atau Rp2.031,0 triliun”, jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo: Investasi Capai Rp 3.923 Triliun dan Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Rosan menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan peran investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Dari sisi komposisi, realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 1.998,7 triliun atau 50,9%, serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 1.924,5 triliun atau 49,1%.

Investasi Januari–September 2026 Tumbuh 7,3% YoY

Sejalan dengan capaian tersebut, realisasi investasi sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun, tumbuh 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp 1.434,3 triliun.

Realisasi ini telah memenuhi 75,4% dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.

“Tentunya kita harus senantiasa jemput bola, mendengarkan masukan agar iklim investasi dan industri kita meningkat. Karena memang yang kita inginkan dari investasi dan hilirisasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi,” ujar Rosan.

Capaian investasi selama sembilan bulan pertama tahun 2026 juga mencatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.194.496 orang. Dari total realisasi investasi tersebut, PMA berkontribusi sebesar Rp 777,8 triliun atau 50,5%, sedangkan PMDN mencapai Rp 761,4 triliun atau 49,5%.

Berdasarkan sebaran wilayah, investasi di luar Jawa masih mendominasi dengan realisasi sebesar Rp 779,4 triliun atau 50,6%, sementara investasi di Jawa mencapai Rp 759,8 triliun atau 49,4%. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang Januari–September 2026 adalah DKI Jakarta sebesar Rp 249,3 triliun, Jawa Barat Rp 229,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp 116,0 triliun, Jawa Timur Rp 110,5 triliun, dan Maluku Utara Rp 96,0 triliun. Sementara itu, pada Triwulan III 2026, realisasi investasi mencapai Rp 528,7 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan.

Capaian tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp 270,2 triliun dan PMDN sebesar Rp 258,5 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 745.634 orang.

Dari sisi wilayah, realisasi investasi Triwulan III 2026 di luar Jawa mencapai Rp 271,6 triliun atau 51,4%, sedangkan Jawa sebesar Rp 257,1 triliun atau 48,6%. Pertumbuhan investasi di Jawa tercatat sebesar 13,9% secara tahunan, sementara luar Jawa tumbuh 2,2%.

Dari sisi asal negara, Singapura menjadi penyumbang PMA terbesar sepanjang Januari–September 2026 dengan realisasi US$ 14,0 miliar atau 29,6% dari total PMA. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong, RRT sebesar US$ 12,8 miliar, Republik Rakyat Tiongkok US$ 5,0 miliar, Amerika Serikat US$ 3,4 miliar, dan Jepang US$ 2,6 miliar.

Kelima negara tersebut secara keseluruhan berkontribusi sebesar 80,0% terhadap total realisasi investasi asing di Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun 2026.

Pemerintah menyebut, capaian investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo menjadi landasan untuk terus memperkuat iklim investasi nasional, mempercepat pengembangan hilirisasi, dan meningkatkan kualitas investasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat

Baca Juga: Greenpeace Pasang Spanduk Kritik Penanganan Bencana di Bundaran HI, Ini Respon Istana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×