kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.845   43,00   0,26%
  • IDX 8.237   -53,84   -0,65%
  • KOMPAS100 1.164   -7,91   -0,68%
  • LQ45 836   -5,69   -0,68%
  • ISSI 295   -1,08   -0,37%
  • IDX30 436   -0,51   -0,12%
  • IDXHIDIV20 521   0,31   0,06%
  • IDX80 130   -0,82   -0,63%
  • IDXV30 143   0,87   0,61%
  • IDXQ30 141   -0,20   -0,14%

Realisasi belanja K/L mencapai 75,6% dari pagu anggaran pada akhir September 2020


Senin, 19 Oktober 2020 / 11:23 WIB
Realisasi belanja K/L mencapai 75,6% dari pagu anggaran pada akhir September 2020
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja bersama DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir September 2020, serapan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) telah mencapai Rp 632,1 triliun atau setara 75,6% dari pagu anggaran yang sebesar Rp 836,4 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan serapan tersebut berarti pertumbuhan realisasi belanja K/L tercatat sebesar 13,7%. Pertumbuhannya lebih tinggi dari pertumbuhan pada September 2019 yang sebesar 8,7%. 

“Kalau dilihat komposisinya, pertumbuhan belanja K/L ini didorong oleh adanya belanja bantuan sosial,” tutur Sri Mulyani, Senin (19/10) dalam konferensi pers APBN KiTa.

Bila dirinci, belanja bantuan sosial hingga akhir September 2020 adalah sebesar Rp 156,3 triliun atau sudah mencapai 91,5% dari total pagu yang sebesar Rp 170,7 triliun. 

Baca Juga: Per akhir September, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai 61,3% dari pagu

Sri Mulyani menjelaskan, belanja bantuan sosial ini merupakan upaya pemerintah dalam meminimalisir dampak Covid-19 serta dampak ekonomi sosial akibat pandemi tersebut.

Total belanja bantuan sosial tersebut juga berarti tumbuh 79,8%. Pertumbuhannya lebih dari dua kali lipat dari pertumbuhan pada bulan September 2019 yang sebesar 38,7%. 

Selain belanja bantuan sosial, serapan belanja barang tercatat sebesar Rp 222,7 triliun atau telah mencapai 82,0% dari total pagu yang sebesar Rp 271,7 triliun. Belanja barang mencatat pertumbuhan 9,1%. 

Belanja pegawai hingga akhir September 2020 telah mencapai Rp 180,0 triliun atau setara 70,1% dari total anggaran yang sebesar Rp 256,6 triliun. Akan tetapi, pertumbuhan belanja pegawai tercatat minus 2,6%. 

“Kontraksi karena adanya perubahan kebijakan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13,” jelasnya. 

Lalu, belanja modal hingga akhir September 2020 tercatat sebesar RP 73,2 triliun atau mencapai 53,3% dari total anggaran yang sebesar Rp 137,4 triliun. Pertumbuhan belanja modal ini minus 9,0%. 

Sri Mulyani bilang, penurunan belanja modal disebabkan oleh adanya upaya shifting belanja ke bantuan sosial untuk membantu masyarakat.  

Selanjutnya: Defisit anggaran sentuh Rp 687,1 triliun sampai akhir September 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×