kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.270
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Rating baru Fitch jadi bantalan sentimen negatif

Kamis, 21 Desember 2017 / 15:56 WIB

Rating baru Fitch jadi bantalan sentimen negatif

ghina.ghalia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,05%LL


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings (Fitch) meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB- dengan outlook positif menjadi BBB dengan outlook stabil pada 20 Desember 2017. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, pengakuan internasional ini akan menjadi bantalan Indonesia untuk mengadapi risiko global.

Sri Mulyani mengatakan, dalam jangka pendek, kenaikan peringkat ini membuat kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin baik. Hal itu lanjut dia, merupakan hal yang paling dibutuhkan saat risiko global semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan sentimen negatif.


"Kalau Indonesia makin memiliki pondasi yang baik dan diakui oleh internasional maka Indonesia akan bisa terbebas dari sentimen negatif hanya gara-gara negara maju lakukan policy. Jadi kita bisa memiliki tambahan ketahanan untuk tersapu dari sentimen-sentimen," kata Sri Mulyani di Kantor Pelaynan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II, Kamis (21/12).

Salah satu sentimen negatif yang dimaksud, yakni diloloskannya rencana reformasi perpajakan Amerika Serikat (AS) oleh senat AS. Hal itu memberikan dampak terhadap kepercayaan ekonomi AS sehingga dana-dana asing yang ditanamkan di luar AS kembali ke AS.

Meski begitu, Sri Mulyani juga mengatakan, pihaknya tentu belum puas atas capaian yang diterima. Indonesia lanjut dia, akan puas jika telah mencapai peringkat tertinggi yaitu AAA. Oleh karena itu, Indonesia harus perlu lebih kerja keras lagi. Utamanya menjaga APBN agar memiliki buffer yang cukup.

"Dalam mengelola keuangan ada hal yang 100% bisa diprediksi, ada sifatnya external shock. Jadi bahaimana kita bisa selalu mengidentifiksi potensi risiko itu dan bagaimana kita bisa mengelola potensi risiko itu," tambahnya.

Meski begitu, Sri Mulyani mengapresiasi kinerja kementerian atau lembaga (K/L) dan pemerintah daerah yang terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan negara dengan membuat pembukuan dan transparansi yang baik dan mengkaji setiap risiko yang berpotensi muncul.

Ia meyakini, Indonesia masih menjadi negara yang cukup nyaman bagi investor yang ingin menamkan dananya. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dari AS, demografi juga lebih mudah dari AS, dan ekonomi yang lebih tinggi dari AS.

Presiden Joko Widodo lanjut dia, juga telah menginstruksikan untuk memperbaiki kemudahan dalam berusaha dan membuat berbagai kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi lainnya dengan tujuan untuk membuat ekonomi tumbuh lebih tinggi lagi.


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0478 || diagnostic_web = 0.4150

Close [X]
×