kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Rasio Utang Terus Menurun


Kamis, 03 Desember 2009 / 12:10 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah menargetkan untuk terus mengurangi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), bahkan pada 2014 pemerintah mematok bisa menurunkan angka rasio utang mencapai 24%-25% saja. Penurunan rasio utang ini seiring dengan pengelolaan utang yang semakin efisien untuk pembiayaan pembangunan.

Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, efisiensi pembiayaan pembangunan dapat dilihat dari kenaikan gross domestic product (GDP) yang akselerasinya semakin tinggi. “Dengan begitu, rasio utang terhadap PDB itu turun. Tahun ini sekitar 30%-31%, pada 2014 diharapkan tinggal 24%-25%,” kata Rahmat di Jakarta, kemarin.

Rahmat menambahkan, penambahan nominal utang dilakukan untuk pembiayaan pembangunan. Dengan pengelolaan utang yang betul-betul akurat, misalnya dalam melakukan refinancing risk dalam pengelolaan utang. “Strateginya dengan menerbitkan kombinasi jangka panjang dan jangka pendek. Dengan demikian, tahun ini diproyeksikan kita bisa melakukan penghematan Rp 14,1 triliun,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×