kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rasio Utang Terus Menurun


Kamis, 03 Desember 2009 / 12:10 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah menargetkan untuk terus mengurangi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), bahkan pada 2014 pemerintah mematok bisa menurunkan angka rasio utang mencapai 24%-25% saja. Penurunan rasio utang ini seiring dengan pengelolaan utang yang semakin efisien untuk pembiayaan pembangunan.

Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, efisiensi pembiayaan pembangunan dapat dilihat dari kenaikan gross domestic product (GDP) yang akselerasinya semakin tinggi. “Dengan begitu, rasio utang terhadap PDB itu turun. Tahun ini sekitar 30%-31%, pada 2014 diharapkan tinggal 24%-25%,” kata Rahmat di Jakarta, kemarin.

Rahmat menambahkan, penambahan nominal utang dilakukan untuk pembiayaan pembangunan. Dengan pengelolaan utang yang betul-betul akurat, misalnya dalam melakukan refinancing risk dalam pengelolaan utang. “Strateginya dengan menerbitkan kombinasi jangka panjang dan jangka pendek. Dengan demikian, tahun ini diproyeksikan kita bisa melakukan penghematan Rp 14,1 triliun,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×