kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Respon Prabowo Soal Penilaian MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut Siapa pun


Rabu, 21 Oktober 2026 / 19:16 WIB
Respon Prabowo Soal Penilaian MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut Siapa pun
ILUSTRASI. Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto blak-blakan menyebut bahwa Indonesia tidak gentar dengan penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham di dalam negeri.

Prabowo mengakui bahwa penilaian tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah. Namun, pihaknya memastikan tidak akan mundur dalam menghadapi berbagai tekanan yang dinilai dapat mengganggu kepentingan nasional.

“Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Pemerintah Percepat Distribusi Barang Subsidi Lewat 10.070 Gerai KDKMP

Prabowo menegaskan, Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah siap melakukan penghematan besar-besaran apabila diperlukan untuk menjaga ketahanan nasional.

“Kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah,” tegasnya. 

Diketahui, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan besar setelah penyedia indeks global MSCI menyatakan bahwa status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) tidak lagi sesuai.

MSCI bahkan berencana menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market, yang berpotensi memicu arus keluar dana investasi asing dalam jumlah besar.

Dalam pengumuman pada Jumat (16/10/2026), MSCI menyatakan akan memulai proses perubahan klasifikasi Indonesia menjadi standalone market. Keputusan tersebut lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. MSCI juga memperpanjang periode peninjauan pasar saham Indonesia selama tujuh bulan hingga Juni 2027. 

Kabar tersebut langsung mengguncang pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 10% pada awal perdagangan, menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,6% hingga mencapai Rp 18.000 per dollar AS, level terlemah sejak Agustus. 

Pasar saham Indonesia sebenarnya telah menghadapi tekanan sejak Januari 2026. Saat itu, MSCI membekukan Indonesia dalam indeks-indeksnya dan mengancam menurunkan status Indonesia menjadi frontier market atau pasar perbatasan. Langkah tersebut dipicu persoalan transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan di pasar modal.

Namun, dalam pengumuman terbarunya, MSCI menilai reformasi yang dilakukan Indonesia untuk mengatasi persoalan tersebut belum menunjukkan kemajuan yang memadai. Bahkan, menurut MSCI, penurunan status menjadi frontier market belum cukup mencerminkan tingkat keparahan permasalahan yang terjadi.

MSCI menyatakan, "Kekhawatiran signifikan masih ada terkait disfungsi pasar." 

Lembaga tersebut juga menegaskan, "Oleh karena itu, MSCI menilai klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang tidak lagi tepat."

MSCI menambahkan, "Masukan dari pelaku pasar menunjukkan bahwa reklasifikasi menjadi pasar perbatasan tidak akan mencerminkan secara tepat tingkat keparahan permasalahan pasar yang ada."

Baca Juga: Bareskrim Usut Beras Fortifikasi, 90% Produk Diduga Berbahan Baku Beras Medium

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×