kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Ramadhan Pohan tak akan minta maaf ke Ical


Kamis, 02 Februari 2012 / 16:22 WIB
Ramadhan Pohan tak akan minta maaf ke Ical
ILUSTRASI. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat mengikutii acara halal bihalal dengan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ramadhan Pohan menyatakan tidak akan meminta maaf kepada Aburizal Bakrie. Menurutnya, dirinya harus mempertanggungjawabkan aspirasi masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat.

Namun, sebagai keluarga, Ramadhan meminta maaf kalau pernyataannya menyinggung ketua umum Partai Golkar tersebut. "Saya minta maaf kalau menyinggung beliau sebagai orang tua," ujarnya, Kamis (2/2).

Seperti diketahui, Aburizal Bakrie atau yang akrab dipanggil Ical telah mengadukan Ramadhan Pohan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Dia menuding pernyataan Ramadhan yang menyatakan PT Sumber Mineral Nusantara sebagai mesin ATM Ical telah mencemarkannya.

Ramadhan sendiri telah meminta polisi mengusut konspirasi dibalik proses perizinan PT Sumber Mineral Nusantara tersebut. Asal tahu saja, pemberian izin kepada Sumber Mineral Nusantara menuai protes dari masyarakat Bima. Mereka menuntut Bupati Bima mencabut izin tersebut. Izin tersebut telah dicabut setelah masyarakat membakar kantor Bupati.

Ramadhan menuding ada konspirasi dibalik pemberian izin tersebut. "Dosa besar bagi saya sebagai anggota DPR, jika kasus ini tidak diusut sampai tuntas. Kami akan lanjutkan untuk mengungkap konspirasi-konspirasi yang ada disana," tandas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×