kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.632   79,00   0,45%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rabu depan, pansus gelar rapat RUU Antiterorisme


Jumat, 18 Mei 2018 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. RAPAT PARIPURNA DPR


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Panitia Khusus Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme akan menggelar rapat pada Rabu (23/5) pekan depan. 

"Rabu, 23 Mei ya," kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Antiterorisme Muhammad Syafi'i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5). 

Ia mengatakan, fokus pembahasan adalah definisi terorisme. Menurut Syafi'i, definisi terorisme sangat penting dalam upaya penindakan. 

Dengan adanya definisi maka penegak hukum tak bisa sewenang-wenang menindak pihak yang diduga terlibat aksi terorisme. 

Syafi'i menyatakan, definisi terorisme sebaiknya masuk dalam batang tubuh undang-undang berupa satu pasal tersendiri, sehingga maknanya tegas. 

Saat ini, masih terjadi perbedaan pendapat di internal DPR dan pemerintah terkait definisi terorisme. Pemerintah menginginkan agar frasa motif politik dan keamanan negara tidak dicantumkan dalam batang tubuh, melainkan dalam penjelasan.

Sementara, sebagian sebagian fraksi dan TNI menginginkan agar frasa motif politik dan keamanan negara dicantumkan dalam batang tubuh. 

"Nanti (definisi) kami akan lempar ke dalam rapat. Bagaimana tanggapan fraksi-fraksi," ujar politisi Partai Gerindra itu. (Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rabu Depan, Pansus Gelar Rapat RUU Antiterorisme"


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×