kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Putra Hatta Rajasa resmi jadi tersangka


Rabu, 02 Januari 2013 / 11:39 WIB
ILUSTRASI. People are seen on Wall St. outside the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., March 19, 2021. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Sumber: Kompas.com |

JAKARTA. Muhammad Rasyid Amrullah (20), putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (2/1) pukul 11.00 WIB, secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan Rasyid sebagai tersangka itu disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/2013) pukul 11.00 WIB.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Rasyid tidak langsung ditahan. "Karena Rasyid saat ini masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit," kata Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu siang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rasyid Amrullah terlibat dalam kecelakaan maut yang terjadi di tol Jagorawi Km 3.350, arah Bogor pada Selasa (1/1/2013) sekitar pukul 05.45. Mobil BMW X5 B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menabrak dari belakang Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait.

Akibat kecelakaan hebat itu, dua penumpang Daihatsu Luxio tewas, masing-masing Harun (57) dan Muhammad Reihan, balita berumur 1,5 tahun. Hasil pemeriksaan awal polisi terhadap para saksi dan penelitian di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi akibat pengemudi BMW, dalam hal ini Rasyid Amrullah, mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Lariza Oky Adisty / Kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×