kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Puskaptis 2 kali lakukan hitung cepat tidak akurat


Rabu, 09 Juli 2014 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Logo HUT Kavaleri TNI AD ke-73 atau Hari Kavaleri TNI AD 2023. 


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, salah satu lembaga survei yang menjadi anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) yakni Puskaptis pernah dua dua kali mempublikasikan hasil quick count pilkada secara tidak akurat.

Yunarto bilang Puskaptis melakukan itu pada pilkada Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2008 dan 2013. Dimana hasil yang dipublikasi itu tidak akurat dan menimbulkan konflik di antara pendukung calon gubernur. "Sampai Puskaptis berurusan dengan kepolisian. Jadi kredibilitas lembaga survei ini tidak bisa didiamkan lagi. Data-datanya masih ada sampai sekarang," ujar Yunarto dalam konferensi pers di Balai Kartini, Rabu (9/7).

Yunarto menekankan kalau setiap lembaga survei mengikuti kaidah metologi survei yang benar maka perbedaan hasil quick count tidak akan terlalu jauh. Pembohongan hasil lembaga survei, lanjut Yunarto sangat berpotensi menciderai demokrasi dan menimbulkan konflik yang besar. Karena itu, Yunarto mengingatkan agar tiap lembaga survei jujur dab tidak membohongi publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×