kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pusat kajian islam UIN dan UNDP kampanye pencegahan ekstrimisme dan radikalisme


Senin, 07 Januari 2019 / 16:02 WIB

Pusat kajian islam UIN dan UNDP kampanye pencegahan ekstrimisme dan radikalisme


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan UNDP mengadakan kampanye mencegah ekstremisme dan radikalisme di area CFD Jl. Sudirman, Jakarta. Beberapa anak muda secara serempak melontarkan deklarasi Anti Ekstrimisme dan Radikalisme.

Deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Convey Festival #MeyakiniMenghargai, yang sebelumnya telah sukses terlaksana pula di Yogyakarta dan Makassar, 9 dan 16 Desember 2018.

Project Officer Convey Festival Hani Samantha menyatakan,sudah banyak riset dan survei yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat intoleransi dan radikalisme di berbagai kalangan masyarakat, terutama kalangan muda. Jadi sudah bukan sebatas guliran isu saja. Berita ini perlu ditindaknyata. 

"Sebagian kita masih menilai biasa-biasa saja sekedar penyebaran ujaran kebencian dan eksklusivisme, tanpa kita tahu dampak setelahnya pada orang yang kita hakimi berbeda dan menjadikan kita berani melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka, tanpa kita tahu pula bahwa dampaknya lebih besar yakni meruntuhkan keharmonisan bangsa yang lahir di atas keberagaman," ujarnya dalam rilisnya, Minggu (6/10).

Isu nir-toleransi dan ekstremisme dalam beberapa tahun belakangan makin merebak. Kejadian bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga di markas polisi di Jawa Timur tahun lalu makin menguatkan bahwa isu ektremisme dengan kekerasan di negeri ini bukan sekadar isapan jempol.

Convey Indonesia sendiri merupakan program yang diselenggarakan oleh PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) UIN Jakarta dan UNDP (United Nations Development Program). 

PPIM bekerjasama dengan beragam komunitas dan organisasi penggerak perdamaian yang bertujuan mencegah ekstremisme kekerasan di Indonesia melalui serangkaian riset-survei, advokasi kebijakan dan interaksi publik yang berbasis pada potensi pendidikan agama. "Program Convey Indonesia menyentuh isu-isu toleransi, kebhinekaan dan nir-kekerasan di kalangan generasi muda," kata dia.

Survei Keberagamaan yang dilaksanakan PPIM pada 2017 menemukan bahwa, 37,71% responden memaknai Jihad sebagai perang. Bahkan, sepertiga responden berpendapat jika orang murtad itu harus dibunuh dan 33,34% responden merasa bahwa tindakan intoleran kepada Mereka yang berbeda keyakinan tidak masalah.

Melihat data yang mengejutkan ini Convey Indonesia berinisiatif mengadakan berbagai kegiatan untuk mengampanyekan secara masif pesan perdamaian dan toleransi antar sesama tanpa memandang perbedaan yang ada. Salah-satu kegiatan tersebut adalah Convey Festival #MeyakiniMenghargai dengan salah satu rangkaian roadshownya menyambangi area-area Car Free Day (CFD) di beberapa kota.

Makna tagar (#) MeyakiniMenghargai adalah semakin kita mempercayai dan mengimani keyakinan masing-masing, semakin kita menghargai keberagaman dan perbedaan!

Roadshow Festival #MeyakiniMenghargai di Jakarta kali ini diisi dengan serangkaian kegiatan khas generasi muda. Dimulai dengan Zumba dance, Fun Walk, Deklarasi “Indonesia Millennial Movement tentang Perdamaian dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”, permainan tradisional berhadiah, orasi perdamaian, donasi buku, face painting, hingga pohon harapan berisi pesan perdamaian.


Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan


Close [X]
×