kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Pusat desak daerah lindungi sawah


Jumat, 10 Mei 2013 / 07:30 WIB
ILUSTRASI. Promo Guardian Super Hemat 25 November-8 Desember 2021


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

Pemerintah pusat makin khawatir dengan maraknya alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan industri dan perumahan. Bila tak ada upaya pengereman aktivitas fungsi lahan, petani semakin kesulitan mendapat lahan pertanian akibat luasnya terus menyusut.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kemtan) mendesak pemerintah daerah segera menuntaskan pembuatan peraturan daerah (perda) tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang didalamnya mencakup alokasi lahan pertanian. "Konversi lahan pertanian setiap tahun diatas 100.000 hektare, ini benar-benar mengkhawatirkan karena banyak lahan produktif yang beralih fungsi," ujar Menteri Pertanian, Suswono, Rabu (8/5).

Menurutnya, upaya menyelamatkan lahan produktif ini sudah tercantum dalam Undang Undang No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sayang, belum ada tindak lanjut di tingkat daerah dengan membuat Peraturan Daerah. Inilah yang diduga menjadi penyebab merosotnya hasil pertanian di beberapa daerah sentra pangan. Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengakui, berkurangnya lahan pertanian memang sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi pemerintah harus bertindak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×