kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Punya dana US$ 60 miliar, Indonesia jadi target pertama investasi DFC


Jumat, 10 Januari 2020 / 15:56 WIB
CEO International Development Finance Corporation (IDFC) Adam S Boehler (kedua kiri) dan rombongan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya juga Jokowi menerima komitmen investasi tersebut. Jokowi bilang pembangunan infrastruktur masih akan berlanjut pada periode kedua kepemimpinannya.

"Pemerintah membutuhkan investasi untuk pengembangan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, infrastruktur energi, dan teknologi digital," jelas Jokowi.

Baca Juga: Industri perbankan diramal masih punya prospek cerah di tahun ini

Oleh karena itu, Indonesia juga memperbaiki iklim investasi. Sehingga nantinya akan lebih bersahabat dengan investasi melalui undang undang omnibus law yang sedang dikerjakan saat ini.

Investasi pembangunan infrastruktur diperlukan oleh Indonesia. Hal itu untuk memperkecil jurang infrastruktur serta meningkatkan daya saing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×