kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.943   -99,00   -0,55%
  • IDX 6.361   40,94   0,65%
  • KOMPAS100 838   6,01   0,72%
  • LQ45 637   1,36   0,21%
  • ISSI 220   2,08   0,96%
  • IDX30 358   0,55   0,15%
  • IDXHIDIV20 437   -1,63   -0,37%
  • IDX80 96   0,54   0,57%
  • IDXV30 120   0,01   0,01%
  • IDXQ30 114   0,15   0,13%

Punya dana US$ 60 miliar, Indonesia jadi target pertama investasi DFC


Jumat, 10 Januari 2020 / 15:56 WIB
CEO International Development Finance Corporation (IDFC) Adam S Boehler (kedua kiri) dan rombongan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya juga Jokowi menerima komitmen investasi tersebut. Jokowi bilang pembangunan infrastruktur masih akan berlanjut pada periode kedua kepemimpinannya.

"Pemerintah membutuhkan investasi untuk pengembangan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, infrastruktur energi, dan teknologi digital," jelas Jokowi.

Baca Juga: Industri perbankan diramal masih punya prospek cerah di tahun ini

Oleh karena itu, Indonesia juga memperbaiki iklim investasi. Sehingga nantinya akan lebih bersahabat dengan investasi melalui undang undang omnibus law yang sedang dikerjakan saat ini.

Investasi pembangunan infrastruktur diperlukan oleh Indonesia. Hal itu untuk memperkecil jurang infrastruktur serta meningkatkan daya saing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×