kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pulau Jawa penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi


Senin, 07 Februari 2011 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. BEI terus mendorong para pengusaha untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau go public.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar dalam produk domestik bruto (PDB) pada kuartal keempat tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Jawa memberikan kontribusi 57,8% terhadap PDB kuartal terakhir 2010.

Yang terbesar adalah DKI Jakarta 16,5% lalu Jawa Timur 14,8% dan Jawa Barat 14,3%. "Secara kuantitatif kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Pulau Jawa," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Senin (7/2).

Sementara itu, kontribusi Pulau Sumatera terhadap PDB pada kuartal yang sama sebesar 23,2%, Bali dan Nusa Tenggara 2,7%, Kalimantan 9,1%, Sulawesi 4,7%, serta Maluku dan Papua 2,5%.

Jika dilihat dari sisi penggunaan, Rusman menjelaskan pertumbuhan ekonomi tahun 2010 terjadi pada komponen ekspor sebesar 14,9%, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,5%, pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,6%, dan pengeluaran konsumsi pemerintah 0,3%. "Sedangkan komponen impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,3%," ucapnya.

Sedangkan, PDB untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 56,7%, konsumsi pemerintah 9,1%, PMTB 32,2% dan ekspor 24,6%. Sedangkan untuk penyediaan dari impor sebesar 23%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×