kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Puan Maharani sebut rencana Jokowi menambah enam wamen tak efisien


Senin, 11 November 2019 / 12:20 WIB
ILUSTRASI. Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua DPR Rachmad Gobel (kiri), Azis Syamsuddin (kedua kiri), dan Sufmi Dasco Ahmad (kanan) mengetuk palu saat memimpin Rapat Paripurna ke-3 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nus


Sumber: TribunNews.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara terkait rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah enam posisi wakil menteri (wamen).

Puan menilai hal itu adalah hak prerogratif presiden. Namun penambahan wamen tersebut dilihat tidak efisien dan tak sesuai ucapan Jokowi yang berencana memangkas birokrasi.

Baca Juga: Ada penambahan wakil menteri, begini kata Jokowi

"Ya itu kan prerogratif presiden dan saya belum mendengar secara langsung dari presiden. Saya baru mendengarnya dari media saja. Jadi kalau kita bicara efisiensi, ya tentu saja itu nggak sesuai," ujar Puan, ketika ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Putri Megawati Soekarnoputri tersebut pun meminta awak media menunggu pengumuman dari Jokowi sendiri nantinya. Ia juga sempat menanyakan apakah benar penambahan Wamen tersebut. "Jadi kita tunggu saja, apa iya sih nambah lagi enam?" kata dia.

Lebih lanjut, bila memang penambahan wamen benar adanya mantan Menko PMK tersebut menilai Jokowi pasti memiliki alasan dan pertimbangan.

Baca Juga: Setelah Dirut Antam, kini nama Orias Moedak digadang menduduki Dirut MIND ID

"Pasti presiden punya alasan dan pertimbangan kinerja untuk kementerian. Karena itu nantinya bisa berjalan lebih efektif dan baik. Tentu saja penambahan ini nggak efisien, makanya saya menyampaikannya efektif dan baik," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak Istana tengah berdiskusi untuk menambah porsi wakil menteri (wamen). Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman mengamini hal tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×