kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Program sejuta rumah terganjal masalah listrik


Senin, 07 Desember 2015 / 05:55 WIB
Program sejuta rumah terganjal masalah listrik


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Program sejuta rumah yang digalakkan oleh pemerintah menghadapi banyak tantangan. Salah satu tantangan datang dari ketersediaan pasokan listrik.

Eddy Hussy, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) mengatakan, pengembang anggota REI mengeluhkan ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Indonesia yang masih minim.

Hal itu, membuat masyarakat yang ingin membeli rumah sulit. "Itu tidak bisa di KPR kan karena infrastruktur tidak lengkap," kata Eddy pekan kemarin.

Selain ketersediaan listrik, Eddy mengatakan, hambatan lain juga datang dari proses pengadaan lahan. Menurutnya, sampai saat ini pengembang masih mendapatkan masalah dalam pengadaan lahan untuk pembangunan perumahan.

Ferry Mursydan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang sementara itu mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan dari para pengembang tersebut. Tapi, kata Ferry, pemerintah memberi syarat, kalau tanah sudah dibebaskan, pengembang harus segera membangun rumah di lahan tersebut.

"Dengan berlakunya UU Pengadaan Lahan untuk Kepentingan Umum, semua bisa cepat, cuma kami mau komitmen pengembang, setelah dibebaskan, langsung percepat bangun rumahnya jangan sampai tidak," katanya.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla sementara itu mengatakan, terkait masalah listrik, optimis, akan diatasi dalam waktu tidak lama lagi. Keyakinan ini katanya didasarkan pada program listrik 35 ribu megawatt yang saat ini dicanangkan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×