kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Program Populis Prabowo-Gibran Dinilai Memberatkan APBN, Begini Saran Ekonom


Rabu, 20 Maret 2024 / 13:46 WIB
Program Populis Prabowo-Gibran Dinilai Memberatkan APBN, Begini Saran Ekonom
ILUSTRASI. Vice president candidate Gibran Rakabuming Raka, the eldest son of Indonesian President Joko Widodo and current Surakarta's Mayor, delivers his speech as Indonesia's Defence Minister and leading Presidential candidate Prabowo Subianto stands, at an event showing the quick-count results of the general election in Jakarta, Indonesia, February 14, 2024. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Aurelia Lucretie | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID. JAKARTA. Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah merancang sederet program kerja yang ditaksir akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Beberapa program yang akan menelan banyak biaya antara lain makan siang gratis, hilirisasi industri baik tambang maupun pertanian, serta lanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengamat ekonomi Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengigatkan bahwa ada baiknya program seperti makan siang gratis diuji coba terlebih dahulu dengan anggaran maksimum Rp 5 triliun pada dua tahun pertama Prabowo-Gibran menjabat.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Perkembangan Perekonomian Global dan Indonesia pada 2024

Dimana pasangan nomor urut dua ini hampir dipastikan memenangi konstestasi pemilihan presiden 2024 dengan raihan suara terbanyak.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, pemerintah harus berhati-hati atas dampak fiskal yang dapat ditimbulkan dari program tersebut.

"Karena situasi pendapatan negara tidak berlimpah, begitu juga cari utang baru tidak gampang dengan situasi global yang meredup," terang Bhima kepada KONTAN, Rabu (20/3). 

Bhima melanjutkan dengan menjalankan beberapa program besar tersebut secara sekaligus dapat sangat membebani APBN. 

Baca Juga: Makan Siang Gratis dan Ketimpangan

Menurutnya, idealnya, pemerintah perlu melakukan beberapa upaya seperti realokasi anggaran perjalanan dinas, memangkas tunjangan pejabat dan biaya fasilitas, menghemat dengan penggabungan nomenklatur kementerian/lembaga, melakukan penajaman insentif pajak, dan membuka ruang renegosiasi utang dengan skema debt cancellation dan debt swap for nature. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×