kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Presiden : Tak Ada Dispensasi


Senin, 11 Januari 2010 / 20:06 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kabar adanya perlakuan istimewa bagi sejumlah narapidana rupanya sudah sampai ke istana. Presiden SBY mengatakan semua narapidana seharusnya memiliki hak yang sama di depan hukum. “Dengan kata lain tidak ada dispensasi,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Senin (11/1).

Julian mengatakan, Presiden SBY mendengar kabar tak sedap itu dari media massa. Menurutnya, Presiden telah memerintahkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menindaklanjuti kabar tak sedap itu.

Pada Minggu (10/1), Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menggelar inspeksi mendadak (sidak)
ke rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dalam sidak itu, tim yang dipimpin Denny Indrayana ini menemukan perlakuan istimewa terhadap sel sejumlah penghuni rumah tahanan, diantaranya terhadap terpidana korupsi adalah Artalyta Suryani. Perlakuan istimewa itu berupa ruangan sel yang disulap menjadi kamar mewah lengkap dengan peralatan elektronik dan perabotannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×