kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Presiden Prabowo Banyak Libatkan TNI, Pengamat Soroti Prinsip Komando


Minggu, 17 Agustus 2025 / 15:34 WIB
Presiden Prabowo Banyak Libatkan TNI, Pengamat Soroti Prinsip Komando
ILUSTRASI. Prajurit TNI AD mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta, Sabtu (5/10/2024). Sejak dimulainya permintahan Presiden Prabowo Subianto kehadiran tentara di seluruh sektor semakin tampak nyata.Ini terlihat dari sejumlah jabatan strategis di pemerintahan maupun di BUMN diisi kalangan tentara dan pensiunan tentara. ANTARA FOTO/Fauzan/nz


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejak dimulainya permintahan Presiden Prabowo Subianto kehadiran tentara di seluruh sektor semakin tampak nyata.Ini terlihat dari sejumlah jabatan strategis di pemerintahan maupun di BUMN diisi kalangan tentara dan pensiunan tentara.

Misalnya, pada program ketahanan pangan food estate, di program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pengamanan kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menanggapi hal ini, Pengamat Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, Prabowo sangat mengandalkan alumni dari dua institusi, yakni alumni Taruna Nusantara (Tarnus) dan akademi militer.

“Keduanya sama-sama memegang prinsip komando. Sedangkan Prabowo selalu katakan program prioritas Prabowo harus berjalan. Ketika ada unsur militer, maka tidak bisa menolak keinginan panglima tertinggi Prabowo,” ujarnya kepada KONTAN, Sabtu (16/8/2025).

Baca Juga: Banyak Satuan Baru di TNI, Cek Rincian Gaji Tentara Sesuai Gaji & Golongan 20265

Di samping itu, Nailul mengungkapkan bahwa Prabowo dirasa juga perlu memberikan posisi bagi anggota yang dinilai taat kepada perintahnya selama bertugas. Menurutnya, ini yang membuat banyaknya posisi strategis diisi oleh kalangan militer.

“Maka dari itu, banyak unsur militer di jabatan negara termasuk jabatan sipil. Hal tersebut bukan hal yang baik bagi pemerintahan. Segala kebijakan harus berdasarkan pada perencanaan yang baik, bukan asal ‘Siap Ndan’,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×