kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.598   45,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden Mendadak Panggil Pulang Sri Mulyani


Rabu, 08 Oktober 2008 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Konsumen menggunakan Quik Response Indonesian Standard (QRIS) Bank Mega untuk melakukan pembayaran di sentra kuliner di Jakarta, Jumat (13/3). Dalam rangka Pekan QRIS Nasional, Bank Mega mengadakan sosialisasi QRIS. Saat ini Bank Mega telah terdaftar di B


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dari lawatannya ke Timur Tengah dan Washington DC. Padahal, perjalanan direncanakan berlangsung selama 10 hari.

Sejak hari Senin (6/10) lalu, Menkeu sudah bertolak ke Timur Tengah untuk melakukan roadshow penawaran sukuk. Agenda berikutnya adalah menuju Washington DC, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank.

Pemerintah pun menunjuk Kepala Bappenas Paskah Suzetta untuk menggantikan Menkeu dalam pertemuan dengan IMF dan World Bank.

Hanya saja, Mensesneg Hatta Rajasa menegaskan, Presiden bukan memanggil pulang Menkeu, namun Menkeu sendirilah yang memutuskan kembali ke Indonesia dan membatalkan agendanya di Washington DC, "Ibu Sri Mulyani merasa lebih penting untuk berada di Jakarta saat ini," ujarnya di kantor Presiden, Rabu (8/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×