kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Prabowo Heran Ada Subsidi Pupuk Hingga Alat Pertanian tapi Harga Pangan Mahal


Jumat, 15 Agustus 2025 / 12:51 WIB
Prabowo Heran Ada Subsidi Pupuk Hingga Alat Pertanian tapi Harga Pangan Mahal
ILUSTRASI. Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD RI 2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (15/8/2025).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengaku heran harga pangan di dalam negeri tetap mahal meskipun pemerintah telah memberikan subsidi pupuk, alat pertanian, hingga subsidi beras. 

"Sungguh aneh kita subsidi pupuk, alat pertanian, pestisida, irigasi subsidi beras tapi harga pangan kadang tidak terjangkau oleh sebagian rakyat," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI, Jum'at (15/8). 

Menurut Prabowo, keanehan ini karena terdapat distorsi dalam sistem ekonomi kita. 

Dia mengatakan bahwa sistem ekonomi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, terutama di Pasal 33 ayat 1, 2, 3 dan 4, telah  diabaikan. 

"Seolah-olah ayat-ayat dalam pasal itu tidak relevan dalam kehidupan kita yang modern di abad ke-21 ini," ungkapnya. 

Baca Juga: Prabowo Klaim Pengangguran Turun ke Level Terendah Sejak Krisis 1998

Prabowo kemudian menyinggung polemik manipulasi beras yang dilakukan oleh beberapa produsen. Padahal, kata dia, beras menjadi salah satu komoditas yang menyangkut hajat orang banyak sehingga negara perlu hadir untuk mengatur hal ini. 

Dia mengingatkan pada ayat 2 Pasal 33 UUD 1945 dijelaskan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak perlu dikuasai oleh negara. 

"Sementara ada pengusaha tidak semua saya harus fair, ada pengusaha yang memanfaatkan kekuatan mereka, kekutan modal mereka untuk dominasi dan manipulasi, dan ini tidak bias kita terima," imbuh Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×