Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengubah nama Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Selasa (6/10/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut BNN selama ini memiliki peran penting dalam memberantas jaringan peredaran narkotika di Indonesia.
“BNN, Badan penanggulangan narkotika ya, yang kita nanti akan perbaiki namanya ya, Badan Pemberantasan… Badan Nasional Penanggulangan Narkotika,” kata Prabowo.
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027, Ekonom Danamon: Investasi Perlu Tumbuh 7%-9%
Prabowo mengatakan, BNN telah berhasil memberantas sejumlah jaringan narkoba serta menindak keberadaan kampung-kampung narkoba di berbagai wilayah.
“Juga telah berhasil memberantas puluhan jaringan-jaringan narkoba. Puluhan kampung-kampung narkoba,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pemberantasan narkotika menghadapi tantangan besar di lapangan. Ia menyebut terdapat sejumlah wilayah yang menjadi basis peredaran narkoba dan aparat yang melakukan penindakan bahkan menghadapi serangan.
“Rupanya di Indonesia ini ada kampung-kampung narkoba. Ada kampung narkoba. Kalau petugas masuk, petugas yang diserang,” kata Prabowo.
Ia menyebut sejumlah anggota kepolisian telah gugur ketika menjalankan tugas untuk menertibkan peredaran narkotika.
“Sudah beberapa petugas kepolisian yang mati mau menertibkan narkoba itu,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus bekerja lebih keras dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Menurutnya, pemberantasan narkoba menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperkuat penegakan hukum.
Adapun pernyataan mengenai perubahan nama BNN tersebut disampaikan Prabowo ketika mengapresiasi kinerja sejumlah lembaga pemerintah dalam menjaga dan mengamankan kekayaan negara.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang menurutnya telah menyelamatkan aset negara dalam jumlah besar.
Prabowo menyebut Satgas PKH telah menyumbangkan kembali sekitar Rp52 triliun kepada negara selama dua tahun bekerja. Ia meminta seluruh aparat penegak hukum dan jajaran pemerintahan terus bekerja untuk mengamankan kekayaan negara dan memberantas berbagai bentuk kejahatan.
Baca Juga: Hilirisasi Dikebut, Investasi US$618 Miliar Ditargetkan Serap 3 Juta Tenaga Kerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














