kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:23 WIB
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi
ILUSTRASI. Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto kembali membentuk satuan tugas (satgas) baru untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. 

Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadia di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026). 

Bahlil mengatakan salah satu tugas dari satgas ini adalah untuk melakukan percepatan konversi 120 kendaraan motor yang memakai bensin menjadi motor listrik. 

Baca Juga: Wacana Hentikan Insentif EV Dinilai Berisiko Hambat Transisi Energi dan Tekan APBN

"Dan karena itu Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini," kata Bahlil. 

Bahlil mengklaim bahwa pihaknya ditunjuk langsung oleh Presiden untuk menahkodai satgas baru ini. Selain itu, Presiden juga memberikan target maksimal 4 tahun terkait percepatan konversi kendaraan motor tersebut. 

Satgas ini juga dibentuk untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. 

Baca Juga: Transisi Kendaraan Listrik Perlu Dimulai dari Sektor Transportasi Publik

Menurut Bahlil, ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menerjemahkan kebijakan net zero emission pada tahun 2060. Harapan lainnya juga kebijakan ini dapat mengurangi beban subsidi listrik yang ditanggung oleh negara. 

"Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," pungkas Bahlil. 

Baca Juga: Ancaman Pemanasan Suhu Global, Pemerintah Percepat Penelitian Transisi Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×