kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Prabowo Akan Menambah Anggaran LPDP Rp 13 Triliun dari Uang Sitaan Korupsi CPO


Senin, 20 Oktober 2025 / 18:23 WIB
Prabowo Akan Menambah Anggaran LPDP Rp 13 Triliun dari Uang Sitaan Korupsi CPO
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto akan menambah anggaran Rp 13 triliun untuk dana beasiswa Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP). ?


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto akan menambah anggaran Rp 13 triliun untuk dana beasiswa Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP). 

Dana ini diperoleh dari hasil uang sitaan yang didapatkan Kejaksaan Agung terkait kasus Korupsi Crude Palm Oil (CPO) minyak goreng. 

"Mungkin yang Rp 13 triliun dari  Jaksa Agung hari ini yang diserahkan ke menteri keuangan. Mungkin menteri keuangan sebagian kita taruh di LPDP untuk masa depan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025). 

Baca Juga: Polemik Kebijakan Migas di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo–Gibran

Prabowo berkomitmen akan menyuntik anggaran untuk LPDP. Tak hanya dari hasil sitaan yang didapatkan dari koruptor, Prabowo juga memastikan sebagian uang dari penghematan negara akan diberikan untuk menambah beasiswa di lembaga ini. 

Prabowo mengatakan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. 

Pasalnya, ia percaya bahwa 1% dari populasi sebuah negara memiliki IQ di atas 120. 

Baca Juga: Masa Pemerintahan Capai 1 Tahun, Prabowo Becanda Pertimbangkan Retret Lagi

Prabowo menghitung, 1% ini angka yang potensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri karana setara dengan 2,8 juta orang dari total populasi masyarakat Indonesia. 

"Kita harus menjaring mereka jangan dianggap anak-anak orang kelas ke atas. Banyak anak orang bawah orang miskin punya kecerdasan tinggi, kita harus cari mereka, didik dengan beasiswa penuh," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×