Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - MAKKAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menyiapkan tim badal haji bagi jemaah yang meninggal dunia sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.
Kepala Seksi Pembimbing Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi 2026 Erti Herlina mengatakan, badal haji diperuntukkan bagi jemaah yang wafat di embarkasi, embarkasi antara, maupun di Arab Saudi sebelum fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca Juga: Di Kebumen Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan, Target Swasembada Daging 4-5 Tahun
“Badal haji diperuntukkan bagi jamaah yang meninggal di embarkasi, embarkasi antara, maupun Arab Saudi sebelum pelaksanaan Armuzna,” ujar Erti kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Erti, tim Bimbad PPIH Arab Saudi telah menyiapkan petugas badal haji sejak jauh hari karena kebutuhan tersebut selalu muncul setiap musim haji.
Ketentuan mengenai pelaksanaan badal haji bagi jemaah wafat telah diatur dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 68 Tahun 2026 tentang Safari Wukuf dan Badal Haji serta SK PPIH Arab Saudi Nomor 21 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Badal Haji.
Erti menjelaskan, tim badal haji terdiri dari unsur pembimbing ibadah PPIH Arab Saudi, pegawai Kementerian Haji dan Umrah RI yang telah berhaji, hingga pembimbing ibadah kloter.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah Besok, Diminta Ikuti Jadwal Petugas
“Kami sudah siapkan 587 orang petugas badal haji,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu malam, terdapat 78 jemaah yang akan dibadalhajikan.
Selain bagi jemaah wafat, badal haji juga dimungkinkan untuk jemaah sakit yang tidak memungkinkan mengikuti safari wukuf.
Saat ini, tercatat ada sekitar 135 jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, mayoritas berada di Makkah dan sebagian lainnya di Madinah.
“Kami sudah meminta Kasi Kesehatan PPIH Arab Saudi untuk mendata dan membuat mana yang prioritas dari nomor satu sampai 135 jamaah yang dalam perawatan itu,” jelas Erti.
Baca Juga: Pemerintah dan Bos GoTo Bahas Kenaikan Pendapatan Driver Online hingga 92%
PPIH Arab Saudi juga meminta tim kesehatan melakukan estimasi kondisi jemaah dalam beberapa hari ke depan guna menentukan siapa saja yang kemungkinan harus dibadalhajikan.
“Kami minta Kasi Kesehatan buat estimasi dalam dua hari ke depan siapa saja dari 135 yang kemungkinan harus dibadalhajikan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













