kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Posco & Lotte ingin bisnis baru di Indonesia


Minggu, 22 Mei 2016 / 14:37 WIB
Posco & Lotte ingin bisnis baru di Indonesia


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pohang Iron and Steel Company (Posco) dan Lotte Co Ltd, dua perusahaan raksasa asal Korea Selatan (Korsel) berencana mengembangkan usahanya di Indonesia. Keduanya menyatakan komitmennya dalam pertemuan bisnis di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri gingseng pekan lalu.

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, Lotte berencana mengembangkan industri petrokimia di Tanah Air. "Lotte, kita kan tahunya bergerak di industri supermarket, namun mereka berkeinginan masuk ke industri petrokimia," kata dia, Sabtu (21/5).

Asal tahu saja, Jokowi melawat ke Korsel pada Senin (16/5) hingga Rabu (18/5) lalu. Selain menggelar pertemuan kenegaraan dengan Presiden Park Geun-hye, Jokowi juga mengikuti pertemuan bisnis, berupa forum bisnis, bisnis luncheon, serta pertemuan one on one dengan pengusaha asal negera setempat.

Darmin bilang, dalam pertemuan bisnis tersebut Lotte menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sektor petrokimia. Namun, ia tidak menyebut potensi investasi yang bakal masuk perusahaan ini. "Lotte ini merupakan grup bisnis yang luas sekali, ada properti dan perhotelan juga," kata dia.

Selain Lotte, Posco juga menyatakan komitmennya untuk mengembangkan pabrik baja di Indonesia. Nantinya, Posco akan menggandeng BUMN, PT Krakatau Steel untuk membuat perusahaan patungan.

Menurut Darmin, adanya komitmen Posco tentu menguntungkan pemerintah mengingat kebutuhan baja bakal melonjak seiring pelaksanaan program pembangunan listrik 35.000 megawatt (MW).

"Kami memang butuh produk besi baja dalam waktu dekat, pemerintah akan bangun pembangkit listrik perlu bangun jaringan transmisi sepanjang 43.000 kilometer (km)," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×