kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Porsi aspal lokal di proyek jalan dipertebal


Rabu, 17 Juni 2015 / 11:48 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sejumlah kementerian segera mengeluarkan kebijakan untuk memperbanyak penggunaan produk lokal di setiap kegiatan. Ini untuk menindaklanjuti perintah presiden tentang penggunaan komponen lokal di semua kegiatan kementerian dan lembaga yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Kewajiban ini juga akan diterapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) yang bertugas membangun infrastruktur. Di instansi ini, berjanji akan memperbesar komponen lokal dalam proyek. "Terutama dalam pembangunan jalan, yang memakan anggaran besar. Kami akan memakai aspal Buton," kata Basuki Hadimuldjono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Menurut Basuki, total kebutuhan aspal di dalam negeri saat ini mencapai sejuta ton. Dari total kebutuhan tersebut, 600.000 terpenuhi dari aspal produksi Pertamina, sedangkan 400.000 impor. "Padahal kita punya aspal Buton, makanya ini akan dimaksimalkan," kata Basuki Selasa (16/5).

Selain itu, Kementerian PU-PR akan mengutamakan pengunaan karet lokal. Namun, mereka masih menghitung kebutuhan dan potensi dari dalam negeri. "Kami masih menginventarisasi, ada karet dan lain-lain," kata Basuki.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian menambahkan, nantinya bakal ada aturan tentang sanksi agar program penggunaan produk lokal ini bisa efektif. "Sanksi sedang disusun dan sedang dicari formatnya," kata Saleh.

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kabinet Senin (15/6) memerintahkan kementerian, lembaga dan badan usaha milik negara menggunakan produk domestik demi mendongkrak industri lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×