kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pokemon Go akan dioptimalkan untuk pariwisata


Jumat, 12 Agustus 2016 / 10:16 WIB
Pokemon Go akan dioptimalkan untuk pariwisata

Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Setelah bertemu dengan perwakilan Google, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan poin-poin yang menjadi isi dari pertemuan tersebut.

Kunjungan yang dilakukan Rabu (10/8) itu masih berlanjut mengenai pembahasan Pokemon Go. Nantinya, para pihak akan kembali menggelar pertemuan bersama Niantic Labs sebagai pengembang Pokemon Go.

"Kita sudah ketemu dan bahas model pemanfataan Pokemon ini, kita sama-sama petakan daerah mana saja yang masuk objek vital, daerah security (militer, kantor penting, dll)," ujar Rudiantara di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (12/8/2016).

Pria yang akrab disapa Chief RA itu juga mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Perihal pemanfaatan aplikasi tersebut untuk pariwisata. "Kita dorong, daerah-daerah mana saja yang bisa kita kerjasamakan," tambahanya.

Meskipun diminta untuk meningkatkan produktivitas dalam mapping, dalam hal ini Google tidak berkontribusi langsung dalam pengoperasian. Karena aplikasi dikembangakan oleh Niantic. Namun, karena menggunakan Google Maps, secara tidak langsung akan berdampak pada sistem keamanan pemerintah.

"Sebaiknya kerja sama untuk lokasi yang meningkatkan produktivitas. Mereka mau tindak lanjut, dan dijadwalkan ketemu bareng Niantic," ujarnya.

Sebagai catatan, permainan Pokemon Go membuat user-nya berkeliling ke berbagai tempat untuk berburu monster-monster. Caranya dengan memotret monster tersebut di beberapa lokasi yang ditujukan dalam Google Maps.

Permainan ini pun menuai kritik. Sebab, beberapa monster berada di objek vital negara. Hal ini menjadi perhatian banyak pihak, karena mengancam keamanan negara.

Atas masukan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, meminta agar hal tersebut ditangani dengan serius dan dialihkan pada hal-hal yang positif. Diantaranya seperti peningkatan potensi pariwisata.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×