kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

PKS belum terima surat pemecatan dari koalisi


Rabu, 12 Juni 2013 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Nilai emisi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 11 kali lipat menjadi Rp 62,61 triliun di tahun ini.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

AKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini masih belum mengambil langkah soal kabar pemecatannya dari koalisi partai pendukung pemerintah. Menurut Sekjen PKS Taufik Ridho, partainya belum menerima surat resmi dari pemimpin koalisi yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kalau surat keluar, ya PKS terima,” kata Taufik saat dihubungi wartawan, Rabu (12/6). Menurutnya, PKS tak khawatir dipecat dari koalisi partai pendukung pemerintah. Yang penting bagi partainya adalah berjuang untuk masyarakat. PKS masih tetap bersikukuh menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

PKS merupakan salah satu partai anggota koalisi yang selalu bersuara tegas menolak program pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Meski sudah mendapatkan peluit peringatan akan kontrak koaliasi yang harus selalu mendukung program pemerintah tetapi partai pimpinan Anis Matta itu tetap bersikukuh menentang.

Dalam dua pekan terakhir, PKS pun sudah dua kali absen dalam rapat Setgap. Rapat pertama tak dihadiri lantaran sang Presiden tengah berada di luar kota sedangkan pada rapat kedua semalam, Presiden memang sengaja tak mengundang PKS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×