kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pimpinan Demokrat: Ada banyak pelanggaran Pasek


Rabu, 22 Januari 2014 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Untuk mengetahu kepribadian seseorang, perlu diketahui dengan melakukan test psikologi yang bisa dicoba secara gratis melalui beberapa website psikologi.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hassan mengatakan pemecatan terhadap kader Demokrat dari Komisi III DPR Gede Pasek Suardika sudah sesuai prosedur. Artinya Pasek, di mata pimpinan Partai Demokrat memiliki banyak pelanggaran yang sudah memenuhi unsur untuk dipecat dari DPR.

Hal itu dikatakan Syarief ketika ditemui di Gedung BPK, Rabu (22/1). "Ada banyak pelanggarannya (Pasek). Nanti saja kita lihat, yang penting sudah sesuai mekanisme. Jadi pasti ada kesalahannya," tutur Menteri UKM dan Koperasi ini.

Ia mengatakan, wajar kalau Pasek membantah tidak memiliki kesalahan atau pelanggaran selama ini. Namun kendati begitu, Syarief enggan membeberkan apa saja pelanggaran yang dilakukan oleh loyalis Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tersebut.

Syarief berdalih bahwa kesalahan Pasek itu hanya diketaui oleh pihak intern partainya saja. "Jadi yang tahu hanya kita intern saja, tidak perlu orang luar tahu. Jadi ada mekanisme," tambahnya.

Ia mempersilahkan Pasek melakukan perlawanan secara hukum bila keberatan atas keputusan tersebut. Syarief mengatakan, tidak benar, harus ada pertemuan dulu dengan kader yang akan dipecat karena ada pelanggaran sebelum keputusan diambil.

Sebelumnya, berita tentang pemecatan Gede Pasek Suardika dari DPR RI sudah diakui oleh Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. Ia mengakui salah satu alasan pemecatan itu karena Pasek melanggar pakta integritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×