kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pilgub Jabar menggunakan TSP elektronik


Rabu, 23 Januari 2013 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Gejala pendarahan otak perlu Anda waspadai.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANDUNG. Para tim sukses konstestan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018 menyambut baik penggunaan tabulasi suara pembanding (TSP) secara elektronik dalam pemungutan suara 24 Februari 2013. Sistem ini diharapkan menjadi suara publik yang independen dalam mengawal dan memantau perhitungan suara.

Pembuatan TSP ini diinisiasi oleh Forum e-Demokrasi (FeD) Jawa Barat dengan melibatkan ribuan relawan bekerja sama dengan para saksi di sekitar 75.000 tempat pemungutan suara di seantero Jawa Barat.

Ketua Komite Pengarah FeD Jabar, Memet Hamdan dalam sosialisasi kepada para tim sukses di Grha Kompas-Gramedia, Bandung, Rabu (23/1), menyatakan bahwa pembuatan TSP dilakukan melalui pemotretan formulir C2 di TPS-TPS (tempat pemungutan suara) lalu diunggah melalui website. "Dalam tahapan penghitungan manual biasanya menjadi titik rawan dan itu merupakan ranah KPU. Karena itu data awal di TPS kita kumpulkan karena masih ranah publik," kata Memet.

Koordinator Komite Pelaksana FeD, Yon Didil menjelaskan, TSP elektronik sekaligus bertujuan mengurangi kecurangan, sebab dalam proses rekapitulasi, baik di tingkat panita pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK), KPU kabupaten/ kota, hingga KPU provinsi rawan manipulasi suara. Di tahapan-tahapan itu publik tidak bisa mengakses data rekapitulasi.

Menurut Yon, kegiatan serupa sudah diterapkan di Tangerang Selatan dan DKI Jakarta tahun 2012, dengan melakukan pemantauan di 1.500 TPS atau sekitar 10 persen dari jumlah TPS. Akurasi hasil TSP elektronik tak berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi manual yang dilakukan oleh KPUD. "Hasilnya hanya beda 0,05 dari hasil KPU," ujarnya.

TSP diperoleh dari pemotretan formulir C2 di TPS, yang kemudian foto-foto formulir C2 dihimpun dalam basis data dan dilakukan penghitungan. Hasilnya diunggah melalui situs yang nanti disiapkan agar mudah diakses khalayak.

Untuk penjaringan atau perekrutan relawan, FeD Jabar dengan sekretariat di Jalan Singaperbangsa 49 Bandung itu membuka akses informasi melalui www.fedjakarta.org, dan www.fedjabar.org atau menghubungi radhar.tribaskoro@gmail.com. (Dedi Muhtadi/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×