kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tes TransVagina, Rieke merasa takut


Minggu, 25 November 2012 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Ini 10 saham yang paling banyak dijual asing selama sepekan


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANDUNG. Calon Gubernur Jawa Barat usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengaku tidak nyaman saat menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Sabtu, (24/11).

Rieke sebagai satu-satunya kandidat yang berjenis kelamin perempuan, harus menjalani pemeriksaan yang berbeda dengan calon-calon lainnya, yakni pemeriksaan transvagina dan pemeriksaan organ lain, seperti payudara dan papsmear (leher rahim). 

"Terus terang saja, saya merasa enggak nyaman saat proses pemeriksaan, saya harus menjalani transvagina, diperiksa payudara dan papsmear segala macam, saya takut sebenernya," keluh Rieke saat memberikan keterangan persnya, di RSHS usai tes kesehatan. 

Rieke berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memberlakukan aturan seperti itu kepada perempuan pada kesempatan selanjutnya. "Apakah karena saya wanita, harus ada alat yang masuk pada bagian organ tubuh saya," tanya Rieke. 

Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan Cagub-Cawagub Jabar Erwan Martanto menjelaskan, aturan pemeriksaan transvagina, payudara dan papsmear kepada calon perempuan itu murni aturan dari KPU. "Ini aturan dari KPU, tidak ada satu aturan pun yang keluar dari item," tegasnya. (Rio Kuswandi/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×