kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.058   50,00   0,28%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

Petani garam minta pemerintah jaga stok


Kamis, 20 Juli 2017 / 19:45 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Johana K.

JAKARTA. Menjelang panen raya garam, pemerintah sebaiknya memperhatikan stok garam. Penjagaan stok garam dinilai perlu agar stok tidak surplus maupun terjadi kelangkaan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mohammad Hasan, Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) mengatakan, saat ini, terdapat beberapa daerah  yang telah mulai panen garam. "Salah satunya di Jawa Timur, akhir bulan ini akan mulai panen raya," ujar Hasan kepada KONTAN (20/7).

Kelangkaan garam yang berlangsung saat ini dipengaruhi kurangnya stok pada 2016. Sebab, cuaca sangat mempengaruhi keberhasilan petani dalam berladang garam. Cuaca buruk membuat petani tak bisa banyak memanen garam.

Kekurangan stok tersebut sebetulnya diatasi dengan impor melalui PT Garam sebesar 226.000 ton. Pada tahap pertama, telah dikucurkan garam hasil impor sebesar 75.000 ton. Namun, akibat masalah yang dialami PT Garam membuat impor terhenti. "Sebetulnya tahap dua bisa digunakan untuk menutupi kelangkaan garam selama dua bulan kemarin," terang Hasan.

Kelangkaan garam tersebut membuat harga menjadi naik lebih dari dua kali lipat. Harga beli bahan baku garam sebesar Rp 3.200 - Rp 3.500 per kg. Sebelumnya harga beli garam dari petani hanya sebesar Rp 500 - Rp 600 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×