kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertumbuhan Uang Beredar pada Semester II-2024 Diprediksi Makin Besar


Jumat, 23 Februari 2024 / 18:28 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar pada Semester II-2024 Diprediksi Makin Besar
ILUSTRASI. Petugas menyusun uang pecahan rupiah di Jakarta, Rabu (31/1/2024). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat di semester II 2024, hal tersebut didasari dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjadi salah satu terbaik di dunia pada 2023 yakni, masih berada di kisaran 5 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) menyusut pada Januari 2024. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi M2 pada Januari 2024 sebesar Rp 8.721,9 triliun atau mengecil dari posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp 8.826,5 triliun. 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, penurunan nominal M2 pada awal tahun ini hanyalah pola musiman. 

“Biasa, karena ada normalisasi konsumsi dari akhir tahun ada momen Natal dan Tahun Baru,” kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (23/2). 

Baca Juga: Likuiditas Perekonomian Menurun Pada Januari 2024

Meski demikian, pertumbuhan M2 pada awal tahun ini naik dari akhir tahun lalu. M2 tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Januari 2024, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,5% yoy pada Desember 2023. 

Melihat ini, David bilang kondisi M2 tetap solid. Bahkan, ia yakin pertumbuhan M2 akan terus naik hingga akhir tahun 2024, seiring dengan kondisi ekonomi yang makin stabil. 

“Ke depan akan cenderung naik. Kalau M2, perlu melihat adalah pertumbuhannya. Kenaikan pertumbuhan M2 tentu akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan,” tambah David. 

Baca Juga: Likuiditas Perekonomian Pada Akhir 2023 Meningkat, Ini Pendorongnya

Kenaikan pertumbuhan M2 utamanya pada semester II-2024. Ini didorong oleh potensi penurunan suku bunga global yang kemudian mendorong komponen aktiva luar negeri. 

Sedangkan dalam negeri, konsumsi yang makin solid akan mendorong pertumbuhan kredit. Belum lagi, belanja pemerintah berpotensi makin ngegas pada akhir tahun. 

Meski demikian, David mewanti-wanti ada risiko terkait dengan M2. Terutama dengan prospek masuknya investasi. 

Baca Juga: Likuiditas Perekonomian Naik Pada Akhir Tahun 2023

Ini sehubungan dengan masih belum jelasnya pemimpin baru Indonesia. Kata David, bila nanti pemerintah baru sudah jelas, pun sususnan kabinet dan program ke depan, maka aliran dana akan makin deras masuk. 

Sehingga, akan mendorong peningkatan M2 ke depannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×