kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pertumbuhan kalah cepat dengan Singapura dan Malaysia


Kamis, 07 Oktober 2010 / 11:16 WIB
ILUSTRASI. Kantor OPEC - harga minyak


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai angka 6,2%. Namun, BKF menilai pertumbuhan terbilang lambat bila dibandingkan negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang bisa mencapai pertumbuhan hingga 7%.

Pejabat sementara Kepala BKF Agus menjelaskan lambatnya pertumbuhan Indonesia karena masalah infrastruktur dan iklim investasi. Menurutnya, akibat masalah tersebut pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh paling tinggi sebesar 6% saja.

Karena itu, Agus mengatakan pemerintah sedang giat membangun infrastruktur, membenahi iklim investasi. "Masalah regulasi antara pemerintah daerah dan pusat juga lebih disinergikan," lanjutnya, Kamis (7/10).

BKF mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai 2007 sebesar 6,28% setelah krisis tahun 2008. Namun, akibat krisis, Agus menjelaskan pertumbuhan kembali melorot menjadi sekitar 4,3%. Untungnya, pertumbuhan Indonesia masih positif ketimbang negara lainnya. Tetapi ketika krisis finasial 2008 mulai mereda, pertumbuhan negara lain seperti Singapura dan Malaysia melesat sampai 7%. Padahal, ketika krisis, pertumbuhan negara tersebut minus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×