kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pertumbuhan kalah cepat dengan Singapura dan Malaysia


Kamis, 07 Oktober 2010 / 11:16 WIB
ILUSTRASI. Kantor OPEC - harga minyak


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai angka 6,2%. Namun, BKF menilai pertumbuhan terbilang lambat bila dibandingkan negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang bisa mencapai pertumbuhan hingga 7%.

Pejabat sementara Kepala BKF Agus menjelaskan lambatnya pertumbuhan Indonesia karena masalah infrastruktur dan iklim investasi. Menurutnya, akibat masalah tersebut pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh paling tinggi sebesar 6% saja.

Karena itu, Agus mengatakan pemerintah sedang giat membangun infrastruktur, membenahi iklim investasi. "Masalah regulasi antara pemerintah daerah dan pusat juga lebih disinergikan," lanjutnya, Kamis (7/10).

BKF mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai 2007 sebesar 6,28% setelah krisis tahun 2008. Namun, akibat krisis, Agus menjelaskan pertumbuhan kembali melorot menjadi sekitar 4,3%. Untungnya, pertumbuhan Indonesia masih positif ketimbang negara lainnya. Tetapi ketika krisis finasial 2008 mulai mereda, pertumbuhan negara lain seperti Singapura dan Malaysia melesat sampai 7%. Padahal, ketika krisis, pertumbuhan negara tersebut minus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×