kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Pertumbuhan industri pengolahan hanya 3,8% di 2019


Rabu, 05 Februari 2020 / 16:55 WIB
Pertumbuhan industri pengolahan hanya 3,8% di 2019
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto dan jajaran BPS saat pemaparan neraca dagang Desember 2019 di Jakarta (15/1/2020).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

Baca Juga: Kontribusi pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa terhadap PDB nasional capai 59%

Industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik juga mengalami kontraksi, yaitu tumbuh -0,51% yoy.

Hanya industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, serta industri tekstil dan pakaian jadi yang mengalami pertumbuhan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu masing-masing 8,48% dan 15,35% yoy.

“Industri pengolahan mengalami penurunan cukup tajam dan ini yang menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi 2019 hanya 5,02% karena peranan sektor ini sangat penting,” tutur Suhariyanto.

Baca Juga: PDB Indonesia tumbuh 5,02% sepanjang tahun 2019 lalu

Ia juga menerangkan bahwa perlambatan pertumbuhan industri pengolahan, terutama industri non-migas, sejatinya telah tecermin dari menurunnya impor bahan baku sepanjang tahun lalu yang mencapai 11,07% yoy.

“Ini pasti berpengaruh ketika bahan baku yang diimpor itu belum bisa disubstitusi. Itulah kenapa pemerintah berencana dan perlu untuk melakukan hilirisasi untuk memenuhi substitusi impor bahan baku tersebut,” tandas Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×