CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dan dilema bagi rupiah


Rabu, 30 Desember 2020 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dan dilema bagi rupiah


Penulis: Venny Suryanto, Bidara Pink, Lidya Yuniartha, Syamsul Ashar, Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Seperti pepatah klasik yang dipopulerkan RA Kartini, habis gelap terbitlah terang. Pemerintah meyakini masa terburuk pandemi Covid-19 telah berlalu pada 2020 ini.

Kepastian vaksin Covid-19 seperti mentari pagi yang menandai kembalinya aktivitas ekonomi di dalam negeri sehingga terjadi rebound pertumbuhan ekonomi pada 2021.

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2021 mencapai 5%. Kalkulasi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Amir Hidayat, proyeksi pertumbuhan 5% merupakan asumsi moderat dengan mempertimbangkan berbagai ketidakpastian.

Salah satu pemicu optimisme pemulihan 2021 adalah perkembangan vaksin yang sangat cepat. Ketika penanganan Covid-19 secara bertahap bisa diatasi maka aktivitas ekonomi akan bergairah lagi. Seluruh komponen pertumbuhan akan ikut bangkit.

Baca Juga: Begini strategi investasi obligasi untuk tahun depan

Motor utama produk domestik bruto (PDB) Indonesia adalah konsumsi rumah tangga. Saat aktivitas masyarakat bangkit, konsumsi akan mengikutinya. Meskipun pola konsumsi ada kemungkinan berubah. Hampir setahun terakhir, pola konsumsi masyarakat beralih ke digital dan akan bertahan pada tahun depan.

Optimisme pemerintah akan ekonomi 2021 juga sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia (BI), yang memasang proyeksi pada kisaran 4,8% hingga 5,8%. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan aktivitas perdagangan seperti ekspor akan menggeliat lagi, selain itu, konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah juga ikut berpengaruh.

Tapi Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, ekonomi tahun depan belum mampu menyamai angka sebelum Covid-19 melanda. Ia memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun depan berada pada kisaran 3%-4%.

Baca Juga: Permudah petani dapat akses listrik, PLN gaet Bank Mandiri

Josua sepakat permintaan domestik akan lebih baik. Selain karena adanya vaksin, hal tersebut juga didorong dari belanja pemerintah secara khusus untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×