kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pertamina berkeras tolak pelabuhan di Cilamaya


Kamis, 05 Maret 2015 / 19:56 WIB
Pertamina berkeras tolak pelabuhan di Cilamaya
ILUSTRASI. Kesehatan paru-paru


Reporter: Handoyo | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Pertamina ngotot menolak rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya. Pertamina khawatir, dengan dibangunnya pelabuhan tersebut maka pasokan energi yang berasal dari wilayah tersebut akan terganggu.

Catatan saja, di sekitar blok tersebut banyak sekali pipa minyak dan gas. Panjang pipa-pipa tersebut mencapai 1.700 kilometer (km). Dari blok ini, gas dialirkan ke PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priok yang mengaliri listrik daerah ring satu Jakarta dan pabrik pupuk Kujang di Jawa Barat.

Blok Offshore North West Java ini merupakan aset penting bagi Indonesia. Pasalnya, produksi minyak mentah di wilayah ini menyumbang sekitar 5% dari total produksi nasional. Bila pasokannya sampai terganggu, maka negara akan mengalami kerugian sekitar Rp 21 triliun per tahun.

VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, sebuah risiko besar bila pembangunan Cilamaya tetap dilanjutkan. "Satu (pipa) terganggu, maka pipa yang lain juga terganggu. Bayangkan bisa meledak semua itu," kata Ali, Kamis (5/3).

Ali berkata, dibandingkan membangun pelabuhan, mencari sumber minyak dan gas di dalam negeri lebih sulit. Oleh sebab itu masih banyak alternatif pembangunan pelabuhan supaya lebih merata, seperti di Tanjung Emas Semarang, atau di luar Jawa.

Ali juga menyangsikan tiga konsultan pembangunan Cilamaya tersebut. Pasalnya ketiganya merupakan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang notabe berasal dari Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×