kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertamax laris, kuota BBM subsidi bisa mengempis


Rabu, 03 Desember 2014 / 15:09 WIB
Pertamax laris, kuota BBM subsidi bisa mengempis
ILUSTRASI. sambut momen libur sekolah, OYO beri diskon menginap hingga 70%


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium dan penurunan harga BBM non subsidi membuat banyak masyarakat beralih. Menurut Menteri energi dan sumberdaya mineral (ESDM) Sudirman Said, perbedaan atau gap antara harga pertamax dan premium yang kini tinggal Rp 1.450 per liter membuat masyarakat lebih senang menggunakan pertamax.

Seperti diketahun harga premium telah naik Rp 2.000 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Sementara harga pertamax kini hanya sebesar Rp 9.950 per liter dari sebelumnya Rp 11.500 per liter. "Orang yang susah dapat premium bergeser ke pertamax," ujar Sudirman, Rabu (3/12) di Istana Negara Jakarta.

Dengan beralihnya sebagian pengguna premium ini, maka kelebihan kuota BBM bersubsidi diperkirakan bakal berkurang dari perkiraan semula. Sebelumnya pemerintah memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi bisa lebih 1,6 juta kilo liter dari jatah kuota 46 juta kilo liter.

Hanya saja, Sudirman belum mengetahui secara detil berapa jumlah pengguna premium yang berganti menjadi pertamax. Apalagi penurunan harga pertamax bukan wewenang pemerintah namun menjadi tanggung jawab PT Pertamina.

Masalah kuota BBM subsidi menjadi salah satu agenda pembahasan dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencananya pembahasan masalah kuota BBM bersubsidi ini juga akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi di tingkat menteri dan menteri koordinator, yang dipimpin oleh Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×