kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Perhimpunan Dokter Umum (PDUI): Akan ada kesepakatan harga eceran tertinggi APD


Minggu, 12 April 2020 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Pakaian coverall jumpsuit. Foto; DOK PT Graha Multisarana Mesindoa


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengurus pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menyampaikan bahwa akan ada kesepakatan mengenai harga eceran tertinggi untuk alat perlindungan diri (APD) disaat wabah Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, Abraham Andi Padlan Patarai menyampaikan hal tersebut usai menemui Ketua BNPB Doni Monardo, Minggu (12/4).

Sebelumnya, PDUI sudah menyampaikan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo mengenai terkait penanganan pemerintah menghadapi wabah Covid-19 terlebih menyoal APD bagi tenaga medis sebagai garda terdepan.

Baca Juga: Trisula Grup sumbang masker nonmedis hingga hospital bed untuk menanggulangi corona

"Hal yang penting tadi kami sepakati dengan Bapak Doni adalah nanti akan ada harga harga eceran tertinggi untuk APD khususnya untuk masker. Karena masker ini seperti tiada tapi ada, jadi kalau kita mau beli harga mahal ada tapi kalau mau beli harga standar tidak ada," jelas Abraham dalam teleconference BNPB.

Oleh karena itu, Abraham menekankan patut diduga kemungkinan ada pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan saat ini.

"Patut diduga ada yang sengaja memainkan jalur-jalur perdagangan APD ini. Saya ingin himbau sebagai anak bangsa, berhentilah berbuat yang tidak adil seperti itu karena ini situasinya dalam keadaan sangat darurat," tegas Abraham.

Jika adanya standar harga eceran tertinggi dibentuk maka akan mempermudah para tenaga kesehatan untuk mendapatkan APD maupun masker dengan harga normal.

Baca Juga: UPDATE Corona di Indonesia: Tercatat 4.241 positif, 359 sembuh, 373 meninggal

Namun tetap ditekankan Doni Monardo dan disepakati oleh Abraham bahwa kualitas APD maupun masker bagi tenaga kesehatan tetap harus memenuhi standar WHO.

"Saya sepakat dengan hal tersebut bahwa APD kualitas harus sesuai dengan WHO. Kami dokter prinsipnya tak ada rotan cari rotan sampai dapat," imbuhnya.

Abraham juga menuturkan bahwa pemerintah akan mendistribusikan bantuan APD ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun Abraham menyebut kemungkinan bantuan APD hanya cukup untuk satu minggu.

Oleh karenanya diharapkan PDUI bantuan APD dapat terus berkesinambungan. Mengingat APD menjadi bekal yang sangat penting bagi para tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan tingkat primer untuk perangi Covid-19.

"Kalau kami saja tidak diproteksi dan tidak dicukupkan APD-nya lalu bagaimana kami bisa melayani masyarakat, oleh karena itu sekali lagi kami minta agar pemerintah hadir dalam me-manage tata kelola perdagangan APD dan itu disepakati oleh Bapak Doni tadi," ujar Abraham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×