kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Penyerapan anggaran infrastruktur mulai mengebut


Selasa, 01 September 2015 / 17:39 WIB
Penyerapan anggaran infrastruktur mulai mengebut


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Realisasi penyerapan anggaran infrastruktur, salah satunya yang dialokasikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedikit demi sedikit mulai memenuhi harapan. Berdasarkan data realisasi penyerapan anggaran kementerian tersebut sampai dengan 31 Agustus, sudah mencapai 31,9%.

Tingkat penyerapan tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan dengan target penyerapan anggaran 30% yang ditetapkan Basuki Hadimuldjono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Taufik Widjojono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengatakan, dengan perkembangan realisasi tersebut pihaknya yakin, realisasi penyerapan anggaran akan mencapai 93% atau sesuai target yang telah ditetapkan.

"Sekarang saja 1 September sudah jalan dan mencapai 32,47%," kata Taufik di Jakarta Selasa (1/9). Padahal, Juni lalu penyerapan anggaran baru 13,83%.

Pemerintah pada tahun anggaran 2016 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 290 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Dari alokasi anggaran tersebut, Rp 118 triliun di antaranya dialokasikan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Basuki mengatakan, rendahnya tingkat penyerapan anggaran tersebut salah satunya disebabkan oleh perubahan nomenklatur yang dilakukan pada awal masa pemerintahan Jokowi- JK. Dia mengatakan, di sisa waktu tahun 2015 ini pihaknya akan berusaha agar tingkat penyerapan anggaran di kementeriannya bisa digeber.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan melaksanakan pembangunan proyek infrastruktur tanpa henti. "Waktu tersisa akan dimaksimalkan, kerja akan dilakukan seminggu tujuh hari dengan dua shift supaya semua cepat," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×