CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pengusaha sarankan pemerintah tak jadikan revisi UU KPK sebagai prioritas utama


Minggu, 08 September 2019 / 20:27 WIB

Pengusaha sarankan pemerintah tak jadikan revisi UU KPK sebagai prioritas utama
ILUSTRASI. Logo KPK

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Revisi Undang-Undang KPK hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Terjadi kontroversi atas rencana perubahan UU ini. Bahkan, KPK dalam keterangan tertulisnya menolak revisi UU KPK karena dianggap dapat melumpuhkan kerja KPK.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tax Center Ajib Hamdani pun menyarankan supaya pemerintah tak menjadikan revisi UU ini sebagai prioritas utama, meningkat perekonomian global yang kurang baik.

Menurut Ajib, bila UU KPK dijadikan sebagai prioritas utama, maka akan cenderung menimbulkan kontra produksi ekonomi. "Pemerintah dan DPR harusnya lebih fokus dengan pembenahan ekonomi, karena tantangan ke depan akan membutuhkan perhatian lebih," tutur Ajib kepada Kontan.co.id, Minggu (8/9).

Baca Juga: Revisi UU KPK ramai disoal, begini sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia

Padahal, menurutnya pemerintah pun sudah menunjukkan tanda pesimistis terhadap perkembangan ekonomi global. Hal ini dibuktikan dari proyeksi Menko bidang perekonomian yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 5,08%.

Menurut Ajib, dibutuhkan jaminan stabilitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jadi, lebih bijak kalau semua regulasi atau pergantian regulasi yang bisa menimbulkan instabilitas, perlu diminimalisir," tutur Ajib.

Baca Juga: Jokowi belum mau berkomentar banyak soal Revisi UU KPK


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1707

Close [X]
×