kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha minta buruh tak perkeruh keadaan


Senin, 23 November 2015 / 19:05 WIB
Pengusaha minta buruh tak perkeruh keadaan


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kalangan pengusaha meminta agar buruh tidak memperkeruh keadaan dengan melakukan aksi mogok nasional.

Di tengah kondisi perekonomian yang melemah, buruh seharusnya dapat bersinergi dengan pengusaha untuk meningkatkan produktifitas.

Sarman Simanjorang, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengatakan, dampak yang terjadi akibat dari aksi mogok nasional ini terbagi terbagi menjadi dua.

Pertama, kerugian langsung yang akan berdampak bagi pengusaha.

Kedua, dampak tidak langsung berupa kemacetan lalu lintas yang tentu akan berpengaruh ke distribusi logistik.

Disamping itu, aksi mogok nasional tersebut juga bakal membuat investor semakin ragu dengan stabilitas usaha di Indonesia.

"Sesuatu yang sangat merugikan dari sisi investasi dan iklim usaha kita," kata Sarman.

Pemerintah sendiri diharapkan lebih serius untuk menyikapi kondisi ini.

Kalangan buruh selalu menuntut lebih atas upah yang didapat, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan produktiitas.

Apa lagi sebentar lagi MEA segera berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×