kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha minta buruh tak perkeruh keadaan


Senin, 23 November 2015 / 19:05 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kalangan pengusaha meminta agar buruh tidak memperkeruh keadaan dengan melakukan aksi mogok nasional.

Di tengah kondisi perekonomian yang melemah, buruh seharusnya dapat bersinergi dengan pengusaha untuk meningkatkan produktifitas.

Sarman Simanjorang, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengatakan, dampak yang terjadi akibat dari aksi mogok nasional ini terbagi terbagi menjadi dua.

Pertama, kerugian langsung yang akan berdampak bagi pengusaha.

Kedua, dampak tidak langsung berupa kemacetan lalu lintas yang tentu akan berpengaruh ke distribusi logistik.

Disamping itu, aksi mogok nasional tersebut juga bakal membuat investor semakin ragu dengan stabilitas usaha di Indonesia.

"Sesuatu yang sangat merugikan dari sisi investasi dan iklim usaha kita," kata Sarman.

Pemerintah sendiri diharapkan lebih serius untuk menyikapi kondisi ini.

Kalangan buruh selalu menuntut lebih atas upah yang didapat, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan produktiitas.

Apa lagi sebentar lagi MEA segera berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×