kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Pengusaha Masih Waspada! Kenaikan PMI Dinilai Bersifat Sementera


Senin, 02 Februari 2026 / 14:38 WIB
Pengusaha Masih Waspada! Kenaikan PMI Dinilai Bersifat Sementera
ILUSTRASI. Pabrik KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global tercatat naik ke level 52,6 pada Januari 2026, dari 51,2 pada Desember 2025, menandai enam bulan berturut-turut berada di atas ambang netral 50.

Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Harsono Gunawan menilai peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur pada Januari 2026 belum mencerminkan penguatan fundamental industri, khususnya pada sektor kaca.

Menurut Yustinus, kenaikan PMI pada awal tahun ini lebih banyak didorong oleh pemenuhan pesanan domestik dari bulan sebelumnya. Sementara itu, kinerja ekspor justru menunjukkan kecenderungan melemah.

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 15,38 Juta Sepanjang 2025

"Belum bisa dibilang menguat, masih bertahan. Daya saing masih stagnan, bahkan cenderung melemah, terutama bagi industri pengguna gas bumi dengan pasokan PGN," ujar Yustinus kepada Kontan.co.id, Senin (2/2).

Ia menyoroti persoalan serius pada pasokan gas bumi yang kembali terjadi di Jawa Bagian Barat. Setelah darurat gas pada Agustus 2025, kondisi serupa kembali terulang pada Januari 2026. 

Penerapan kuota gas yang sangat rendah, ditambah tekanan gas yang tidak stabil, dinilai sangat mengganggu operasional industri.

Dari sisi permintaan, Yustinus juga menyebut belum terlihat sinyal kuat adanya peningkatan konsumsi menjelang Ramadan dan Lebaran. 

Kondisi ini membuat pelaku industri masih bersikap hati-hati dalam meningkatkan kapasitas produksi.

"Belum terlihat signal kuat akan adanya kenaikan permintaan di masa Ramadan dan Lebaran," katanya.

Dalam situasi tersebut, pelaku industri kaca sangat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan pasokan dan harga energi, khususnya gas bumi untuk sektor industri. 

Yustinus menekankan pentingnya implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 76.K/2025 secara konsisten, terutama tanpa pembatasan kuota dari PGN.

Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 3 Februari 2026, Kendalikan Emosi

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 3 Februari 2026, Kendalikan Emosi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×