kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.895   1,00   0,01%
  • IDX 8.020   2,72   0,03%
  • KOMPAS100 1.126   0,77   0,07%
  • LQ45 815   2,67   0,33%
  • ISSI 286   -0,24   -0,08%
  • IDX30 431   1,73   0,40%
  • IDXHIDIV20 523   5,56   1,07%
  • IDX80 126   0,23   0,19%
  • IDXV30 142   1,55   1,10%
  • IDXQ30 138   0,75   0,54%

Pengusaha keluhkan peran atase perdagangan


Selasa, 02 November 2010 / 13:13 WIB
Pengusaha keluhkan peran atase perdagangan
ILUSTRASI. Bis Jabbodetabek Airport Connexion


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kalangan pengusaha mengeluhkan fungsi atase perdagangan di luar negeri. Pengusaha merasa pejabat atase perdagangan tidak melaksanakan tugasnya untuk melapangkan jalan pengusaha pada saat ekspor.

Vice President Director Mustika Ratu Putri Kuswinu Wardani menceritakan beberapa pengalaman sendiri dan teman-temannya yang merasa atase perdagangan tidak berfungsi dengan baik. Dia mencontohkan ketika temannya yang bergerak di bidang susu yoghurt, barang ekspornya tertahan oleh pemerintah setempat. "Bukannya menyelesaikan, atase malah bertanya apa yang harus dilakukan," ujar Putri dalam sebuah diskusi di DPR, Selasa (2/11).

Akhirnya, pengusaha tersebut tetap harus mengirimkan pengacara untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Menurut Putri, hal ini yang membuat kalangan pengusaha tetap ketinggalan dengan negara lain dalam bersaing dalam pasar ekspor internasional.

Putri juga berharap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) juga bisa menjadi tim pemasaran kalangan pengusaha. Karena KBRI lah yang mengerti bagaimana pasar di masing-masing negara. "KBRI yang tahu bagaimana perilaku konsumen di sana," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×